Saturday, January 14, 2017

Tangis bahagia


Kenikmatan itu ada dua macam. Pertama, kenikmatan yang sifatnya jasad, kedua, kenikmatan yang berhubungan dengan ruh.

Jenis pertama ini contohnya saat kita menikmati makanan yang lezat, saat punya mobil mewah, saat kita mampu memakai jam tangan import yang mahal harganya, dan lain-lain semua yang sifatnya kelihatan oleh mata.

Adapun jenis kedua, contohnya saat kita pertama kali melihat Baitullah di Masjidil Haram, saat kita duduk di tengah majlis taklim mendengar nasihat yang sangat menyentuh, saat di pertengahan malam kita membaca shalawat lalu terbayang seolah-olah Masjid Nabawi di depan mata kita, dan  lain-lain semua yang sifatnya ada di dalam hati.

Untuk kedua jenis kenikmatan ini kita wajib bersyukur kepada Allah. Lalu diantara keduanya, mana yang lebih nikmat?

Coba ingat-ingat sendiri, pernah kan ada teman bercerita saat mereka beli mobil baru. Dari ceritanya tampak bahagia banget kan.

Sekarang bandingkan saat tetangga kita bercerita pengalaman haji pertamanya. Kadang saking bahagianya dia sampe menangis waktu menceritakan hal tersebut. Wah ini sih disebut super bahagia.

Jelas kenikmatan ruh jauh lebih besar dari kenikmatan jasad. Terkadang kejadiannya sudah berlalu, tapi masih terasa di hati. Betul kan.

Oleh karena itu, perjuangkan kenikmatan ruh dengan segenap usaha kita. Sayang banget kalau orientasi kita hanya untuk sebatas kenikmatan jasad saja.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!