Saturday, January 14, 2017

Sampah daur ulang

Isteri saya selalu menyiapkan dua tempat sampah di dapur. Satu untuk sampah rumah tangga, satu lagi sampah bekas air mineral gelas, botol, dan sejenisnya.

Sebab setiap hari ada saja pemulung yang mencari rezekinya di wilayah kami, mereka memeriksa setiap tempat sampah yang ditemui, memilih-milih diantara tumpukan sampah tersebut adakah sampah plastik yang bisa di jual lagi (untuk daur ulang).

Nah, untuk memudahkan para pemulung itulah maka isteri saya sejak awal sudah memisahkan sampah yang berharga tersebut untuk mereka.

Rupanya segala sesuatu di dunia ini ada yang berharga, ada pula yang tidak berharga ya. Bahkan sampah pun, masih dibedakan mana yang berharga diantara sampah-sampah lain.

Apalagi manusia. Diantara sekian banyak manusia ini, ada manusia yang berharga. Yaitu mereka yang senantiasa menjaga hak-hak Allah dan Rasul, dan mereka yang senantiasa memperbaiki dirinya menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih mulia.

Mereka itu tentu saja dibedakan diantara manusia-manusia lain yang setiap hari hanya menyesali kemunduran dirinya, tanpa ada usaha untuk berubah. Hak-hak Allah dan Rasul pun diabaikan.

Jadi, jika sampah saja masih dipilih mana yang berharga, apa kita manusia masih mau merasa nyaman menjadi pribadi yang tidak berharga ?

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!