Ada beberapa doa dan zikir yang diajarkan guru-guru saya kepada saya. Salah satunya Sayyidil Walid Salim As-Syatiri mengajarkan saya untuk membaca dua nama Allah dari Asmaul Husna, yaitu Ya Sami'u Ya Bashiir.
يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْر
Beliau mengatakan bahwa membacanya seratus kali setiap hari, dan waktunya adalah sebelum datang azan subuh. Atau bisa dibilang pada jam biasanya orang makan sahur.
Apa yang istimewa dari doa-doa yang diajarkan oleh para ulama ? Coba kita perhatikan lagi, ternyata nasihat ulama mirip dengan resep dokter.
Saat dokter menuliskan sebuah resep, disitu juga dijelaskan berapa banyak dosisnya. Kalau tablet apakah satu atau dua butir. Kalau sirup apakah satu sendok takar atau bisa juga setengahnya.
Selain itu sang dokter juga menjelaskan kapan waktunya minum obat tersebut. Ada yang tiga kali sehari, atau mungkin sekali sehari. Kemudian tidak lupa dokter menganjurkan konsumsi makanan sehat sebanyak-banyaknya setiap hari.
Seperti itu juga kan ulama mengajarkan kita. Ada beberapa doa yang diajarkan para ulama untuk membacanya sebanyak-banyaknya, seperti shalawat.
Ada pula doa-doa tertentu yang dijelaskan berapa banyaknya, dan kapan waktunya. Mungkin karena antara ulama dengan dokter keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama mengobati orang lain.
Dokter mengobati penyakit medis, adapun ulama mengobati penyakit hati.
Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!