Saturday, January 14, 2017

Tangis bahagia


Kenikmatan itu ada dua macam. Pertama, kenikmatan yang sifatnya jasad, kedua, kenikmatan yang berhubungan dengan ruh.

Jenis pertama ini contohnya saat kita menikmati makanan yang lezat, saat punya mobil mewah, saat kita mampu memakai jam tangan import yang mahal harganya, dan lain-lain semua yang sifatnya kelihatan oleh mata.

Adapun jenis kedua, contohnya saat kita pertama kali melihat Baitullah di Masjidil Haram, saat kita duduk di tengah majlis taklim mendengar nasihat yang sangat menyentuh, saat di pertengahan malam kita membaca shalawat lalu terbayang seolah-olah Masjid Nabawi di depan mata kita, dan  lain-lain semua yang sifatnya ada di dalam hati.

Untuk kedua jenis kenikmatan ini kita wajib bersyukur kepada Allah. Lalu diantara keduanya, mana yang lebih nikmat?

Coba ingat-ingat sendiri, pernah kan ada teman bercerita saat mereka beli mobil baru. Dari ceritanya tampak bahagia banget kan.

Sekarang bandingkan saat tetangga kita bercerita pengalaman haji pertamanya. Kadang saking bahagianya dia sampe menangis waktu menceritakan hal tersebut. Wah ini sih disebut super bahagia.

Jelas kenikmatan ruh jauh lebih besar dari kenikmatan jasad. Terkadang kejadiannya sudah berlalu, tapi masih terasa di hati. Betul kan.

Oleh karena itu, perjuangkan kenikmatan ruh dengan segenap usaha kita. Sayang banget kalau orientasi kita hanya untuk sebatas kenikmatan jasad saja.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Semua ada fungsinya

Saudara, coba jawab pertanyaan di bawah ini dengan cepat, gak perlu pakai mikir lagi ya,

Apa fungsinya gunting ?
Apa fungsinya mainan mobil-mobilan?
Apa fungsinya baju seragam sekolah?
Apa fungsinya buku tulis?

Nah, gampang kan jawabannya? Ya jelas lah, sebab itu pertanyaan buat anak-anak saya yang masih kecil. Hehe. Barang-barang itu bergeletakan di atas kasur mereka, dan belum dikembalikan ke tempat semula. Dari mulai gunting sampai buku. Namanya juga anak-anak.

Setelah di kasih pertanyaan begitu, mereka jadi ngerti bahwa setiap benda ada fungsinya masing-masing. Jadi harus kita taruh ditempatnya biar nanti gak susah nyari lagi kalau mau dipakai orang lain.

Adakah barang-barang di rumah kita yang tidak ada fungsinya? Rasanya gak ada ya. Semua benda dibuat karena ada fungsi tertentu.

Kalau barang saja pasti ada fungsinya, lalu bagaimana dengan kita sebagai manusia. Apa fungsi kita? Apa betul kita ada fungsinya di tengah keluarga kita? Apa betul kita ada fungsinya bagi orang lain?

Nah ini pertanyaan agak susah dari sebelumnya nih. Sebab butuh kejujuran menjawabnya. Saya yakin setiap diri kita tidak diciptakan sia-sia oleh Allah tanpa fungsi apa-apa.

Dengan kita menyadari apa fungsi keberadaan kita bagi keluarga, maka insya Allah lahir semangat untuk menjadi lebih baik, lebih bertanggungjawab.

Apalagi jika kita menyadari apa fungsi keberadaan kita bagi orang lain, maka insya Allah setiap hari yang kita jalani adalah hari-hari memperbaiki diri. Agar diri kita ini berfungsi semaksimal mungkin bagi orang lain.

Sekarang kita semua setuju kan, segala sesuatu pasti ada fungsinya. Termasuk manusia.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Sampah daur ulang

Isteri saya selalu menyiapkan dua tempat sampah di dapur. Satu untuk sampah rumah tangga, satu lagi sampah bekas air mineral gelas, botol, dan sejenisnya.

Sebab setiap hari ada saja pemulung yang mencari rezekinya di wilayah kami, mereka memeriksa setiap tempat sampah yang ditemui, memilih-milih diantara tumpukan sampah tersebut adakah sampah plastik yang bisa di jual lagi (untuk daur ulang).

Nah, untuk memudahkan para pemulung itulah maka isteri saya sejak awal sudah memisahkan sampah yang berharga tersebut untuk mereka.

Rupanya segala sesuatu di dunia ini ada yang berharga, ada pula yang tidak berharga ya. Bahkan sampah pun, masih dibedakan mana yang berharga diantara sampah-sampah lain.

Apalagi manusia. Diantara sekian banyak manusia ini, ada manusia yang berharga. Yaitu mereka yang senantiasa menjaga hak-hak Allah dan Rasul, dan mereka yang senantiasa memperbaiki dirinya menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih mulia.

Mereka itu tentu saja dibedakan diantara manusia-manusia lain yang setiap hari hanya menyesali kemunduran dirinya, tanpa ada usaha untuk berubah. Hak-hak Allah dan Rasul pun diabaikan.

Jadi, jika sampah saja masih dipilih mana yang berharga, apa kita manusia masih mau merasa nyaman menjadi pribadi yang tidak berharga ?

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Pendekar silat

"Bib, antum kan cucunya Abu Adnan, pasti punya warisan jurus lah sepukul-dua pukul, ajarin dong sama jamaah disini juga"
"Ah, ane gak bisa Ustad, gak pernah diajarin sama kakek ane"

Begitulah obrolan saya tempo hari kepada Habib Muhsin, kawan seperjuangan dakwah saya di beberapa Masjid. Kakek beliau yang bernama Abu Adnan memang terkenal sebagai seorang alim dan soleh dari Pondok Bambu, serta seorang pendekar silat juga.

Untuk santri jakarta tempo dulu, memang bukan sesuatu yang aneh lagi bila ulama-ulama betawi selain alim, soleh, juga ahli bela diri. Sebut saja Habib Ali Lubi, semua orang yang pernah tinggal di Kebon Nanas pasti mengenalnya.

Di Klender ada tokoh pejuang kemerdekaan, kyai, sekaligus pendekar betawi yang disegani, beliau adalah Haji Darip.

Bahkan ulama kharismatik dari Rawa Bunga, yang istiqomah mengajar kitab-kitab arab kepada umat, Habib Abdul Qadir Banahsan, beliau juga seorang pendekar silat tiada tanding.

Itu yang saya sebutkan baru sebatas yang berada di sekitar tempat tinggal saya di Jatinegara. Belum seluruh Jakarta Timur, apalagi seluruh Jakarta.

Sampai sekarang masih kita jumpai santri-santri yang belajar ilmu Qur'an, Hadist, Fiqih, mereka juga diajarkan jurus-jurus silat oleh kyai mereka masing-masing. Selain sebagai olah raga, juga berguna untuk bela diri dan bela agama.

Kok saya jadi cerita tentang silat ya? Ini sekedar berbagi aja, sekarang banyak orang sok jagoan nantang berkelahi santri sarungan. Dikiranya santri itu lemah. Salah-salah dia sendiri yang babak belur.

Asal jangan nanti sudah terlanjur malu babak belur dalam pertarungan satu lawan satu, terus ngaku dikeroyok sepuluh orang. Hehehe.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Berpikir positif berkata positif

Seorang remaja merasa berat badannya sudah terlalu berlebih. Kemudian dia memutuskan untuk diet mengurangi makan. Sampai akhirnya daripada sebatas tidak makan, lebih baik dia puasa senin-kamis.

Tapi temannya lantas menegurnya, "Puasa sunnah kok niatnya diet, gak ikhlas itu namanya". Apa yang terjadi? Remaja itupun berhenti puasa sunnah.

Adapula seorang bapak mencoba usaha baru berjualan barang. Dia kesusahan menjualnya kepada pelanggan, sampai akhirnya dia perbanyak shalat dhuha setiap hari.

Kali ini tetangganya yang menegurnya, "Shalat dhuha kok niatnya pengen laris. Gak ikhlas itu namanya". Apa yang terjadi? Bapak itupun berhenti shalat dhuha.

Saudara, sungguh baik menasihati orang lain. Tetapi akan lebih baik jika kita awali dengan berpikir positif, agar hasilnya juga nasihat yang positif.

Jika teman si remaja itu mau sedikit berpikir positif saja, nasihatnya mungkin jadi seperti ini,
"Ini baru diet dunia akhirat namanya. Dapat berat badan ideal, dapat sunnah juga. Kamu gak lupa kan niatin dua-duanya?"

Begitupula jika tetangga si bapak mau berpikir positif terlebih dulu, nasihatnya pun berubah jadi begini,
"Bapak memang hebat. Dunia minta sama Allah, akhirat juga minta sama Allah! Kebanyakan orang merasa agama buat urusan akhirat doang loh Pak. Bapak gak lupa kan niatin dua-duanya?"

Tujuan nasihatnya sama, mengingatkan pentingnya niat-niat yang baik. Tetapi bahasa penyampaiannya agak berbeda.

Apa yang terjadi? Orang yang mendengar nasihatnya pun akan semakin semangat dengan rutinitas barunya itu. Semuanya berawal jika kita membiasakan diri berpikir untuk lebih positif.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Dukun


Hati-hati jangan percaya kepada dukun, salah-salah kita bisa terjerumus ke jurang kemusyrikan. Lagipula dukun tidak pernah memberi manfaat apa-apa kepada pasiennya.

Seperti si pemuda ini yang minta bantuan dukun untuk meluluhkan hati orang tua kekasihnya, dia kemudian datang ke toko parfum,

"Pak ada parfum aroma melati?"
"Ada mas, ini dia barangnya"
"Boleh dicampur larutan ini pak?"
"Boleh mas, ngomong-ngomong apa ini mas seperti air putih biasa?"
"Ini air dari mbah dukun pak. Nanti malam saya mau ke rumah kekasih saya. Kata mbah dukun, kalau saya pakai parfum melati campur air ini, ayahnya pasti langsung bertekuk lutut sama saya"

Singkat cerita pada malam harinya si pemuda pun bertandang ke rumah kekasihnya, dan bertemu pula dengan kedua orangtuanya.

Kekasihnya pun berbisik kepada si pemuda itu,
"Mas dari tadi kok nunduk aja? Saya baru tau mas ini ternyata pemalu banget ya"
"Sama neng, saya juga baru tau kalo bapak neng ternyata penjaga toko parfum ya" :)

Nah kan, kalau sudah begini apa masih percaya dengan dukun?

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Nikmat Allah SWT (2)


Masih ngelanjutin sepiring nasi yang kemarin kita hitung-hitung harganya, hari ini mari kita hitung perjuangan kita untuk mendapatkan sepiring nasi tersebut.

Apa yang kita lakukan agar kita bisa mendekati nasi tersebut? Tentu saja berjalan beberapa langkah ke dapur. Cukup sudah.

Sekarang bayangkan apa yang Allah lakukan agar nasi itu bisa mendekati kita? Perlu ratusan ribu langkah bagi si beras mulai dari tangan petani hingga sampai ke dapur kita. Betul kan.

Sekali lagi, untuk kita sampai ke nasi hanya perlu beberapa langkah. Tetapi untuk nasi itu sampai ke kita perlu ratusan ribu langkah!

Untuk memperoleh sebuah hasil, manusia memang wajib ikhtiar. Tapi terkadang kita lupa, bahwa ikhtiar itu hanya bagian kecil. Ada keterlibatan Allah pada bagian besarnya.

Manusia terkadang lupa diri dan bangga hati, setelah memperoleh hasil (sukses) lalu berkata bahwa semua itu berkat kerja kerasnya. Bisnisnya bisa jaya semata karena usahanya. Jabatannya bisa tinggi di kantornya semata karena ikhtiarnya sendiri.

Coba kalau mau jujur, apa sih ikhtiarnya? Paling datang ke kantor, duduk di meja mengerjakan target perusahaan, rapat dengan tim, begitu aja. Apa betul hanya sesederhana itu lalu perusahaannya bisa maju? Bila tanpa keterlibatan Allah? Rasanya mustahil.

Siapa yang menggerakkan para clien perusahaan kalau bukan Allah? Siapa yang mengatur suplai barang tetap terjaga, padahal melibatkan begitu banyak orang, kalau bukan Allah?

Sepiring nasi tersebut telah mengajarkan kita bahwa kesuksesan memang memerlukan ikhtiar manusia. Tetapi, faktor terbesarnya tetap saja karena keterlibatan Allah.

Jadi, sertakan selalu tawakal kepada Allah dalam setiap ikhtiar kita.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Nikmat Allah SWT

Sudah pernah berhitung "harga" dari nikmat Allah yang kita rasakan setiap hari ? Yuk kita hitung sama-sama.

Ambil satu contoh saja, sepiring nasi yang kita makan, berapa rupiahkah kita harus membayar kepada Allah untuk sepiring nasi tersebut ?

Anggap saja nasi tersebut berasal dari setengah liter beras, harganya enam ribu rupiah yang kita beli di warung sebelah. Dari harga tersebut, mungkin warung mengambil untung seribu, jadi asalnya hanya lima ribu dari agen beras.

Apabila agen beras anggap saja ambil untung seribu juga, jadi hanya empat ribu harga beras itu dari pabrik beras di Jawa Barat. Pabrik pun hanya membeli dua ribu dari petani padi, karena untuk keperluan transportasi ke kota dan upah buruh pabrik.

Dari harga dua ribu rupiah yang diterima petani itu dibelanjakan pupuk, pestisida, dan lain-lain mungkin petani hanya mengambil untung seribu rupiah. Dan keuntungan seribu itu digunakan untuk dirinya dan keluarganya. Habis deh.

Berapa harga benih padi yang digunakan petani saat awal menanam? Harganya gratis! Karena petani memperolehnya dari sebagian hasil panen sebelumnya.

Jadi ternyata uang yang kita belanjakan untuk beras itu terbagi-bagi sampai habis menjadi keuntungan si warung, agen, pabrik, pihak transportasi, buruh, petani, penjual pupuk, dan lain-lain.

Aslinya beras itu Allah sediakan gratis. Harga yang kita bayarkan, bukan harga beras, melainkan harga dari jasa sekian banyak orang yang terlibat mengantarkan beras itu ke hadapan kita.

Saat Allah menumbuhkan benih itu menjadi padi, tidak ada uang yang sanggup mengukur berapa harganya karena mahalnya. Seandainya Allah tidak menyediakan nikmatNya dengan gratis, pasti kita tidak bisa merasakan nikmat Allah sekecil apapun, bahkan hanya sepiring nasi.

Senantiasalah bersyukur kepada Allah!

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Bahasa yang positif

Bayangkan seorang ibu melihat buah hatinya yang berumur lima tahun sedang bermain-main dengan kunci mobil. Mungkin kejadian seperti ini juga sering terjadi di dalam rumah kita.

Lalu si ibu memperingatkan anaknya tersebut, "Dede jangan main-main kunci mobil, nanti ayah marah" kalimat seperti ini pun mungkin sering pula kita ucapkan.

Tahukah kita, ternyata susunan kalimat seperti ini kurang ampuh untuk menghentikan perbuatan si anak, sebab dalam kalimat "jangan main-main kunci mobil" fokus si anak bukan dengan kata "jangan", tetapi justru mereka fokus dengan kata "main-main kunci mobil".

Begitulah cara kerja otak manusia, secara alami pertama-tama akan mencari inti dari sebuah kalimat yang kita dengar. Adapun kata "jangan" bukan sebuah inti kalimat.

Kalimat ini juga kurang positif. Karena saat kita mengancam dengan perkataan "nanti ayah marah" maka kita sedang memperkenalkan sifat marah kepada anak, sekaligus kita beri tahu anak bahwa ayahnya identik sebagai seorang pemarah. Wah jauh sekali efeknya ya ?

Bagaimana nilai rasa yang terlintas dalam benak saudara jika si ibu mengganti kalimatnya seperti ini, "Dede, kita cari mainan Dede yuk, kunci mobil itu taruh lagi ditempatnya agar Dede nanti disayang ayah" bukankah terdengar lebih positif ?

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Resep dokter

Ada beberapa doa dan zikir yang diajarkan guru-guru saya kepada saya. Salah satunya Sayyidil Walid Salim As-Syatiri mengajarkan saya untuk membaca dua nama Allah dari Asmaul Husna, yaitu Ya Sami'u Ya Bashiir.

يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْر

Beliau mengatakan bahwa membacanya seratus kali setiap hari, dan waktunya adalah sebelum datang azan subuh. Atau bisa dibilang pada jam biasanya orang makan sahur.

Apa yang istimewa dari doa-doa yang diajarkan oleh para ulama ? Coba kita perhatikan lagi, ternyata nasihat ulama mirip dengan resep dokter.

Saat dokter menuliskan sebuah resep, disitu juga dijelaskan berapa banyak dosisnya. Kalau tablet apakah satu atau dua butir. Kalau sirup apakah satu sendok takar atau bisa juga setengahnya.

Selain itu sang dokter juga menjelaskan kapan waktunya minum obat tersebut. Ada yang tiga kali sehari, atau mungkin sekali sehari. Kemudian tidak lupa dokter menganjurkan konsumsi makanan sehat sebanyak-banyaknya setiap hari.

Seperti itu juga kan ulama mengajarkan kita. Ada beberapa doa yang diajarkan para ulama untuk membacanya sebanyak-banyaknya, seperti shalawat.

Ada pula doa-doa tertentu yang dijelaskan berapa banyaknya, dan kapan waktunya. Mungkin karena antara ulama dengan dokter keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama mengobati orang lain.

Dokter mengobati penyakit medis, adapun ulama mengobati penyakit hati.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Carilah alasan untuk selalu bershalawat kepada rasul

Satu tahun lalu saya membeli sebuah mesin parfum otomatis yang dioperasikan dengan baterai. Mesin itu akan bekerja menyemprot parfum ke ruangan setiap 10 menit sekali.

Waktu itu saya membelinya khusus untuk persiapan acara pengajian tahunan di rumah saya. Banyak tamu termasuk para kyai dan habib yang datang, maka saya pasang parfum itu agar ruang tamu selalu wangi.

Singkat cerita, acara pun selesai dan berlangsung dengan lancar. Parfum itu pun saya pikir lebih baik saya matikan untuk menghemat baterai dan isinya juga tidak cepat habis.

Tetapi saya pikir lagi biarlah parfum itu terus menyemprotkan wanginya, walaupun tidak ada siapa-siapa di ruang tamu. Semata-mata untuk mengingatkan saya kepada pengajian kemarin. Dan setiap saya teringat pengajian, sayapun membaca shalawat satu kali kepada Rasulullah.

Tahukah saudara, satu tahun sudah berlalu dan parfum itupun sudah saya refill berulang kali. Tetapi satu hal yang tetap seperti dulu, yaitu setiap saya mendengar suara semprotan parfum tersebut, spontan saya membaca satu kali shalawat kepada Rasulullah.

Jadi semprotan parfum itu seolah mengingatkan saya untuk bershalawat, seperti niat saya memasangnya disana sejak awal kehadirannya. Alhamdulillah, seusatu yang sederhana tetapi bermanfaat.

Bagaimana dengan saudara ? Carilah alasan untuk selalu bershalawat kepada Rasulullah.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Pelajaran sang waktu

Dari keempat waktu kita setiap harinya, yaitu pagi, siang, sore, malam, mana waktu yang paling saudara suka ? Ada yang menyukai pagi karena udara masih segar, sebaliknya ada yang menyukai malam karena sepi dan menenangkan.

Sebenarnya keempat waktu itu memiliki empat karakter berbeda, dimana keempatnya mengajarkan kita hal-hal berbeda pula yang kita perlukan dalam menjalani hidup ini.

Pagi hari dimulai sekitar waktu fajar, bersifat sejuk dan lembut. Udaranya jernih seolah menjadi modal kita untuk menjalani aktivitas hari ini. Pagi hari mengajarkan kita pentingnya kejernihan berpikir dalam menghadapi masalah apapun. Cool, kalem dan tetap menggunakan akal sehat.

Siang hari dimulai sekitar waktu zuhur, bersifat terik, ramai orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Siang hari mengajarkan kita pentingnya semangat kerja keras. Tahan panas dan tahan banting untuk menyelesaikan tugas kita sampai sempurna dan tuntas.

Sore hari dimulai sekitar waktu sebelum magrib, sifatnya rileks, udara mulai bersahabat, orang-orang berbenah dari aktivitasnya hari ini. Sore hari mengajarkan kita pentingnya sabar, tidak terburu-buru. Sepanas apapun waktu siang pasti berlalu dan berganti dengan sore yang santai.

Malam hari dimulai saat kita mulai beranjak tidur sampai dengan sebelum fajar, sifatnya sepi, damai, saling perhatian kepada pasangan kita. Malam hari mengajarkan pentingnya saling memuliakan orang lain, perhatian kepada keluarga, dan merenungkan ulang makna kehidupan kita di dunia ini.

Sungguh tidak ada waktu yang diciptakan Allah dengan sia-sia. Dari perguliran siang dan malam selalu saja ada hikmah bagi orang-orang yang mau berpikir.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

IBU tak tergantikan

Peran ibu sekecil apapun ternyata tidak bisa digantikan oleh orang lain ya. Contohnya seperti yang dialami seorang anak sd ini, dia ingin meminta tolong dituliskan surat ijin untuk gurunya karena besok tidak bisa sekolah.

Tetapi karena sang ibu sedang kurang sehat, maka dia meminta tolong kepada kakaknya yang masih smp. Rupanya si kakak kebiasaan menyingkat tulisan, jadinya malah begini:

"Dgn Hrmt.
Sy brmksd mnt ijn kpd p gr yg sy hrmti, bhw adk sy pd bsk hr tdk bs msk sklh krn ada acr klrg. Sy hrp p gr dpt mklm ats acr ini" :)

Tidak puas dengan surat tersebut, dia gantian meminta tolong kepada kakaknya yang sudah sma. Rupanya si kakak yang satu ini orangnya sok akrab, hasilnya malah lebih parah lagi:

"Dengan Hormat.
Bagaimana kabarnya pak ? Sehat selalu kan ? Saya senang sekali mendengar bapak selalu sehat. Bagaimana kabarnya istri bapak ? Pasti semakin cantik ya. Surat ini saya tulis juga dalam keadaan sehat pak" :)

Tentu saja surat ini juga tidak layak untuk diberikan pada pak guru, maka harapan terakhir dia meminta tolong kepada ayah. Rupanya ayah seorang yang sangat teliti, hasilnya pun senasib dengan dua surat sebelumnya,

"Dengan Hormat.
Saya tujukan surat ini kepada pak guru yang telah berjasa mendidik anak saya sejak tahun 2015, di sekolah yang sangat membanggakan sekali yaitu SD Negeri 10 Jakarta yang telah berdiri selama lima belas tahun berdasarkan SK Mendikbud No.67 tahun 2001, dengan ini saya sampaikan bahwa" :)

Sekarang barulah kita mengerti peran seorang ibu memang tidak bisa tergantikan oleh siapapun. Muliakan ibu kita ya, dan panjatkan doa terbaik kepada Allah untuk ibu.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Tentang Kebodohan

الْجَاهِلُ يُعْرَفُ بِسِتِّ خِصَالٍ: الْغَضَبُ مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ ، وَالْكَلاَمُ مِنْ غَيْرِ نَفْعٍ ، وَالْعَطِيَّةُ فِي غَيْرِ مَوْضِعِهَا ، وَأَنْ لاَ يَعْرِفَ صَدِيقَهُ مِنْ عَدُوِّهِ ، وَإِفْشَاءُ السِّرِّ ، وَالثِّقَةُ بِكُلِّ أَحَدٍ

• Orang bodoh dikenal melalui enam perkara; Marah tanpa sebab, berbicara tanpa guna, memberi tidak pada tempatnya, tidak dapat mengenali mana teman dan musuhnya, menyebarkan rahasia dan percaya kepada siapa saja.

اثْنَانِ لاَ يُغَيِّرَانِ رَأْيَهُمَا أَبَداً؛ الْجَاهِلُ وَالْمَيِّتُ

• "Dua golongan yang tidak pernah merubah pendapatnya; Orang bodoh dan orang mati."

الْجَاهِلُ يُؤَكِّدُ ، وَالْعَالِمُ يَشُكُّ ، وَالْعَاقِلُ يَتَرَوَّي

• "Orang bodoh memastikan, orang berilmu meragukan, orang berakal berhati-hati."

يُصِيْبُ وَمَا يَدْرِي وَيُخْطِئَ وَمَا دَرَى وَهَلاَّ يَكُونُ الْجَهْلُ إِلاَ كَذَلِكَ

• "Benar tapi dia tidak tahu, salah pun juga dia tidak tahu. Begitulah halnya kondisi orang bodoh."

إِذَا كُنْتَ لاَ تَدْرِي وَلَمْ تَكُ بِالَّذِي يُسَائِلُ مَنْ يَدْرِي فَكَيْفَ إِذَنْ تَدْرِي

• "Jika anda bukan termasuk orang yang tahu dan bukan pula termasuk orang yang bertanya kepada yang tahu, lalu, bagaimana anda dapat mengetahui."

وَفِي الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتٌ لأَهْلِهِ   وَأَجْسَادُهُمْ قَبْلَ الْقُبُورِ قُبُورُ

• "Kebodohan sebelum kematian, merupakan kematian bagi pemiliknya. Tubuh mereka sebelum dikubur telah menjadi kuburan."

الْجَاهِلُ عَدُوُّ نَفْسِهِ ، فَكَيْفَ يَكُونُ صَدِيقًا لِغَيْرِهِ

• "Orang bodoh adalah musuh bagi dirinya, lalu bagaimana dia menjadi teman bagi orang lain."

Sumber: Mut'atul Hadits, Syekh Abdullah bin Muhammad AdDaawuud