Thursday, September 29, 2016

KEAJAIBAN SEDEKAH ( sedekah motor naik haji )


Bismillahir-Rah maanir-Rahim ...

Seorang kyai, guru sedekah saya,
bercerita ada guru agama yang
tahu Allah itu maha membalas.
Dia datang, lalu mengatakan ia
berniat sekali naik haji. Ia
memakai teori siapa yang
memberi satu dibalas Allah
sepuluh kali lipat. Ada uang Rp 2
juta yang disiapkan di atas meja.
”Kyai ini sedekah saya, mudah-
mudahan saya bisa naik haji,”
kata si guru agama.
Kyai tahu guru agama yang
gajinya tidak seberapa, kemudian
mengem¬balikan uang itu. ”Tidak
usah Ustad, pergi haji kan bagi
yang mampu.” Apa kata Ustad?
”Jangan Kyai. Kalau pergi haji
menunggu mampu, kapan pergi
hajinya?” Ini menarik karena
yang sudah mampu pun belum
tentu berniat haji.

                 Baca juga nikmatnya sedekah

Demi mendengar itu, Kyai
mendoakan semoga Allah akan
menepati janjinya, siapa yang
memberi satu akan dibalas
sepuluh kali lipat. Saat itu biaya
haji sekitar Rp 17,5 juta. Tidak
lama, sang guru membawa uang
lagi. Kalau kemarin Rp 2 juta,
sekarang bawa Rp 4 juta dan
diberikan lagi kepada Kyai
tersebut untuk kepentingan
umat.
Kali ini tergelitik Si Kyai untuk
bertanya, ”Dari mana uang dua
juta rupiah yang dulu dan empat
juta rupiah yang sekarang?”.
Berceritalah guru agama bahwa
dia menjual motor satu-satunya
agar dia bisa bersedekah.
Masya Allah, motor dijual seharga
Rp 6 juta dan Rp 6 juta itu di-
hadiahkan semua kepada Allah
lewat Kyai tersebut. Guru agama
berharap Allah bermurah hati
tidak sekadar
memberangkatkan haji dia, tapi
juga memberangkatkan ibu dan
istrinya.
Tiga minggu kemudian, Allah
kasih guru kepalanya sakit,
sehingga tidak bisa mengajar.
Setelah ijin tidak mengajar, sakit
kepalanya sembuh. Ketika
sembuh, ia ingin diajak orang
bicara. Keluarlah ia dari rumah
menuju ke depan gang.
Ia bertemu dengan pemilik
warung dan berharap menjadi
teman ngobrol. Alih-alih bicara
dengan temannya yang punya
warung, ia malah disuruh jaga
warung. Kalau bukan karena
kehendak Allah, bukan begini
kejadiannya. Ada rahasia apa di
balik semua peristiwa yang
sebenarnya Allah mengatur.
Jadi ketika si guru agama dibuat
sakit, Allah ingin mengatakan
kepada dia, jangan ke mana-mana
karena akan ada rezeki yang
datang. Allah bikin dia keluar
karena rezeki bukan datang dari
rumah dia, melainkan datang di
warung tersebut.
Allah Maha Tahu kalau si pemilik
warung tidak dibuat pergi, maka
rezeki yang datang itu milik si
pemilik warung. Karena melihat si
guru agama bisa dipercaya jaga
warungnya, ia pergi sebentar.
Pada saat si guru sakit, itulah the
golden moment-nya hadir. Ada
seorang pengendara mobil
berhenti, turun, lalu bertanya.
”Pak, tanah yang di depan
warung ini milik siapa, Bapak
tahu?”
Si guru agama pun memberi tahu
pak haji pemilik tanah itu dan
alamat rumahnya. Orang itu
berterima kasih. Ternyata, itulah
sumber uang si guru agama
untuk berangkat haji.
Beberapa hari setelah itu, si
pengendara mobil datang lagi. Ia
melihat yang jaga warung bukan
yang kemarin. Lalu, ia bertanya
penjaga warung yang kemarin.
Rupanya si pemilik warung
sudah lupa karena silih berganti
yang menjaga. Namun, ia ingat
dan menunjukkan rumah si guru
yang pernah menjaga
warungnya.
Ketika sampai di rumah guru, si
pengendara mobil tanpa basa-
basi mengucapkan terima kasih
dan mengatakan. ”Terima kasih
tanah itu sudah saya beli dan
sesuai dengan harga saya.
Saya sudah janji kepada Tuhan,
kalau tanah itu terbeli dengan
harga saya, maka orang yang
saya tanya akan saya jadikan
calonya. Pak, ini mohon diterima
dari saya.” Cek tunai, tipis, tapi
nilainya Rp 67 juta."
Maka dengan uang itu guru
agama itu dengan ibu dan
istrinya pun berangkat
menunaikan ibadah haji ..
Subhanallah ...
Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat
membuka pintu hati kita yang
telah lama terkunci …
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Penuh
Kebarokahan dari Allah …
Silahkan DI SHARE
jika menurut sahabat note ini
bermanfaat ….
# BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA
ILAHI #
------------------------------
--------------- --
…. Subhanallah wabihamdihi..

Baca juga kehebatan sedekah