Sunday, November 27, 2016

Kecerdasan

Saat menyampaikan pendapat kita kepada orang lain, terkadang diperlukan kecerdasan komunikasi agar orang lain bisa menerima saran kita.

Seperti suami ini yang berusaha membujuk istrinya di sebuah toko elektronik,

"Pa, kita beli tv yang ini aja keluaran terbaru, touch screen loh, layarnya bisa disentuh kaya handphone"
"Kita jadi balik lagi ke jaman dulu dong Ma"

"Maksudnya gimana Pa"
"Jaman dulu kan tombolnya harus dipencet langsung di tv nya, terus keluar tv yang lebih canggih kita cukup duduk di sofa, yang dipencet remote nya aja. Masa sekarang Mama mau pencet-pencet tv lagi?" :)

Jawaban cerdas suami tersebut sukses membuat istrinya mengurungkan niat untuk membeli tv yang mahal.

Begitupula untuk memberi masukan kepada orang lain, terkadang diperlukan memilih kalimat yang tidak biasa, seperti pengunjung yang sedang di sapa oleh manajer restoran ini,

"Bagaimana pak kesan-kesan bapak setelah menikmati makanan di restoran kami?"
"Luar biasa, saya salut mas dengan dapur restoran ini bersih sekali"

"Terimakasih pak, tapi kok bapak tau dapur kami bersih, kan bapak tidak kemana-mana sejak tadi?"
"Sebab makanan yang saya nikmati rasa sabun semua mas" :)

Begitulah cerita tentang komunikasi yang cukup cerdas agar orang lain menerima pendapat kita.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
@arafat.channel

Durian

Saudara pasti sudah pernah mendengar istilah "ketiban durian runtuh". Memang durian itu dalam kehidupan nyata benar-benar runtuh dari pohonnya. Hal ini menunjukkan durian tersebut sudah matang dan lezat.

Petani durian sudah terbiasa datang ke kebun durian pada siang hari, untuk mengambil durian-durian yang runtuh pada waktu malamnya.

Jadi siklus mereka tertib sekali, malamnya durian itu runtuh, siangnya durian itu dijemput oleh pemiliknya. Seandainya malam hari itu tidak ada durian runtuh, tentu siang harinya tidak ada satu butir pun durian yang diperoleh.

Begitupula sebaliknya, seandainya durian itu runtuh banyak sekali pada waktu malam, tetap saja harus usaha dulu mengambilnya pada siang hari agar dapat menikmati durian ini.

Alam ini benar-benar menyimpan pelajaran ya, asal kita mau merenungkannya. Lihat saja proses durian runtuh ini sama persis dengan proses turunnya rezeki kepada kita.

Siklus rezeki itu tertib sekali. Jadi malamnya rezeki itu Allah berikan pada kita, siangnya rezeki itu dijemput. Seandainya malam hari itu tidak ada rezeki yang Allah turunkan, tentu siang harinya tidak ada sedikitpun rezeki yang diperoleh.

Begitupula sebaliknya, seandainya rezeki itu turun banyak sekali pada waktu malam, tetap saja harus usaha dulu mengambilnya pada siang hari agar dapat menikmati rezeki ini.

Jadi seorang muslim itu kalau mau berkelimpahan rezeki harus seimbang amalannya. Malam semangat tahajud agar Allah turunkan rezeki. Siang semangat ikhtiar untuk menjemput rezeki tersebut.

Dengan begini pastilah kita sukses menikmati lezatnya durian kehidupan ini.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
@arafat_channel

Memory internal (handphone)

Seorang teman baru saja membeli sebuah handphone baru yang disertai memori internal 16 GB. Wah lumayan besar ya.

Saat dia buka pengaturan memori di handphone tersebut, alangkah terkejutnya dia karena kapasitas memori itu hanya 12 GB. Kemana yang 4 GB lagi?

Dia lantas menghubungi toko tempat membeli handphone itu, lalu menanyakan masalahnya. Beruntung si mbak yang menerima telpon berhasil menjelaskan dengan baik sekali,

"Begini mas, memang betul mas diberi memori internal sebanyak itu, tetapi mas tidak bisa menggunakan semuanya. Sebab ada sebagian yang harus disisihkan untuk file sistem Android itu sendiri mas.

Kalau memori internal tidak menyisihkan untuk file tersebut, maka handphone mas tidak akan berjalan dengan lancar"

Tuntas sekali penjabarannya. Sekali penjelasan saja, langsung membuat kita mengerti dua hal. Satu, tentang memori internal itu sendiri. Dua, tentang rezeki.

Karena rezeki bagai memori internal. Memang betul kita diberi rezeki banyak oleh Allah, tetapi kita tidak bisa menggunakan semuanya. Sebab ada sebagian yang harus disisihkan untuk orang lain sebagai sedekah.

Kalau kita tidak menyisihkan rezeki tersebut untuk bersedekah, maka hidup kita tidak akan berjalan dengan lancar.

Satu lagi cara handphone memberi nasihat kepada kita, yaitu melalui memori internalnya. Jadi mulai hari ini, ingat hanphone ingat sedekah ya.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

#arafat.channel.
@arafat_channel.

Handphone

Saat handphone kita pakai buat membaca inspirasi yang bikin kita semangat untuk memperbaiki diri, itu berarti kita sudah bijaksana menggunakan teknologi.

Apalagi saudara suka mengikuti tulisan saya, handphone saudara pasti senang seandainya bisa bicara, hehe :)

Tapi peran terbesar handphone tuh ternyata bukan disitu. Bukan karena kemampuannya memembus dunia internet, tapi lebih kepada seringnya handphone menasihati kita setiap saat.

Saat kita isi pulsa handphone untuk membeli paket, dia berpesan sama kita,

"Mas luar biasa rezekinya banyak bisa isikan saya pulsa 100.000, nanti jangan lupa shalat jumat amalnya 100.000 juga buat masjid. Masjid kan lebih penting buat masa depan mas sendiri"

Saat kita tanggap sekali membalas pesan yang masuk di grup dan media sosial, dia nasihat lagi,

"Mas yang dahsyat banget jawab pesan saya dengan sigap. Nanti jangan lupa jawab panggilan azan sigap juga. Shalat kan lebih penting buat masa depan mas sendiri"

Saat saya kehilangan handphone, saya takut sekali, eh ternyata saya cuma lupa nyimpen dimana, dia malah tegur saya,

"Mas sudah setakut itu kehilangan saya, harusnya mas juga lebih takut lagi kehilangan iman. Maka jangan lupa baca Al-Quran setiap hari mas, untuk menjaga iman. Karena iman itu lebih penting buat masa depan mas sendiri"

Kena banget ya ini nasehat handphone kita. Diam-diam saya makin bersyukur punya handphone yang pandai mengingatkan seperti ini.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Today is day

Pada hari dimana Sahabat Umar bin Khattab masuk ke rumah adiknya dan mendengar lantunan ayat Al-Quran surat Toha, beliau tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidupnya dan dia akhirnya menjadi seorang muslim.

Begitu pula pada hari dimana Imam Fudhail bin Iyad mau merampok rumah orang lalu mendengar lantunan ayat Al-Quran surat Al-Hadid, beliau pun tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidupnya.

Bahkan kisah yang sangat terkenal, pada hari dimana serombongan jin melewati Mekkah lalu mendengar lantunan ayat Al-Quran yang dibaca Rasulullah, mereka tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidup mereka.

Kita ini katanya punya niat merubah hidup, punya niat merubah kebiasaan, punya niat menjadi orang sukses. Lihat polanya. Selalu datang pertolongan Allah melalui Al-Quran.

Jadi, mulai hari ini wajibkan diri kita sendiri membaca Al-Quran setiap hari. Benar-benar setiap hari. Mengapa ? Karena kita tidak pernah menyangka pada hari yang mana Allah akan merubah nasib kita.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Minuman keras

Apa yang diperintahkan atau dilarang dalam Al-Quran hakikatnya adalah untuk kepentingan kita sendiri.

Contohnya minuman keras, yang dilarang oleh Allah karena merusak akal sehat kita. Padahal berakal adalah syarat sah ibadah. Kalau tidak ada akal, maka ibadah apapun tidak sah.

Seperti yang terjadi sama pemuda ini. Dia baru saja pesta minuman keras pada tengah malam. Usai pesta dia lalu jalan sempoyongan ke masjid mau shalat subuh. Segera saja seorang ustad mencegahnya di gerbang,

"Hei mau ngapain kamu ke masjid?"
"Mau shalat subuh pak ustad"
"Ah kamu ini mabuk gak boleh shalat pulang saja sana"
"Saya gak mabuk kok"

"Itu matamu merah, ngomong gak jelas, sudah pasti kamu mabuk"
"Saya gak mabuk kok"
"Oke kalau kamu gak mabuk, saya mau tanya subuh itu berapa rakaat?"
"Tiga pak ustad"
"Nah betul kan kamu mabuk. sudah pulang sana!"

Si pemuda terpaksa balik lagi pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulangnya dia bertemu pak haji mau ke masjid juga

"Pak haji mau ke masjid?"
"Iya mau shalat subuh"
"Nah kebetulan, sekarang saya mau tanya pak haji subuh itu berapa rakaat?"
"Dua bang"

"Hahaha.. mendingan pak haji pulang aja sana daripada nanti diusir pak ustad"
"Loh emang kenapa?"
"Saya aja yang subuhnya tiga diusir sama pak ustad, apalagi pak haji yang cuma dua" :)

Tuh kan betul, minuman keras merusak akal sehat seseorang. Maka itulah orang yang terpengaruh minuman keras dia tidak boleh shalat sampai dia sadar.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Berani Berhijrah

Saat guru saya meminta saya untuk menulis setiap satu hari satu tulisan, awalnya saya keberatan karena saya tidak pandai menulis. Tetapi beliau meyakinkan saya suatu saat akan ada manfaatnya dari hal ini.

Benar saja, setelah saya paksakan diri menulis satu tulisan setiap hari, setidaknya saya belajar dua hal.

Pertama, saya belajar bahwa segala yang kita keluarkan, pasti kembali lagi kepada kita. The Miracle of Giving. Saya sering mendapat sharing tulisan dari teman di grup, ternyata tulisan tersebut adalah tulisan saya. Rupanya dia belum tau kalau saya yang menulisnya. Hehe.

Mungkin tulisan tersebut sudah melanglang buana di jagat digital, kemudian kembali lagi kepada saya sendiri. Sekarang saya sangat yakin, apa yang kita sedekahkan akan kembali lagi kepada kita.

Kedua, saya belajar bahwa menyampaikan sebuah inspirasi itu cukup mudah. Yang tidak mudah adalah melakukannya. Action. Bertindak.

Entah berapa kali kita menulis atau membaca tulisan-tulisan yang menggugah, tetap saja eksekusinya kembali kepada diri kita masing-masing, berani berubah saat ini juga atau tetap menunda?

Karena itulah Al-Quran memberi warning kepada kita yang hanya bisa berkata, tapi tidak pernah bertindak.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian lakukan ?" (Surat As-Shof :2)

Betul kan, dunia ini sudah terlalu banyak orang yang hanya sekedar angan-angan untuk memperbaiki dirinya, jangan kita tambah banyak lagi dengan diri kita.

Kita harus menang melawan diri sendiri. Perubahan kecil tidak apa-apa. Yang penting ke arah yang lebih baik.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Bangun dan (mau) berubah

Suatu hari Khalifah Umar bin Khattab bertemu seorang kakek yang sudah sepuh, bertanyalah beliau kepadanya,

"Kakek, berapa umur kakek sekarang?"
"Umur saya baru empat tahun wahai khalifah"

Saat itu orang yang berada di samping Khalifah Umar spontan menegurnya,
"Tidak taukah engkau sedang berbicara dengan Amirul Mukminin?"

"Tidak apa-apa, kita dengarkan dulu penjelasan beliau mengapa umurnya baru empat tahun" Khalifah Umar menenangkan sahabatnya.

"Wahai Khalifah, umur saya memang baru empat tahun. Sebab selama hidup saya jauh dari Allah. Saya hidup tapi seperti tidur. Baru empat tahun lalu saya menyadari hal ini, lalu saya kuatkan diri saya untuk bangun dari tidur panjang saya dan berubah memperbaiki diri saya ini"

Ucapan jujur si kakek ini membuat Khalifah Umar dan orang yang disampingnya menangis.

Bahkan sampai detik ini ucapan si kakek masih tetap saja membuat kita menangisi diri sendiri sebab berapa banyak kita yang mendapati dirinya lemah dan tidak mampu berubah.

Seandainya Khalifah Umar berada di hadapan kita dan bertanya pertanyaan yang sama, lalu apa jawaban kita? Berapakah usia kita? Sedangkan saat ini kita masih saja lelap dalam tidur panjang ini.

Bahkan Khalifah Ali bin Abi Thalib mengenang lagi peristiwa tersebut dengan nasihatnya, "Alangkah banyaknya orang yang tidur selama di alam dunia ini, mereka baru bangun setelah di alam kubur"

Pilihan ada di tangan kita. Mau membangunkan diri sendiri sekarang juga saat masih ada kesempatan?

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Sekring Listrik

Almarhum bapak saya mengajarkan banyak hal saat saya masih kecil. Salah satunya saat listrik di rumah kami mati karena ada konslet, bapak menjelaskan panjang lebar tentang sekring.

Kata bapak, kalau ada kesalahan pada rumah kita, misalnya karena ada alat elektronik yang konslet, maka sekring akan bekerja memutus aliran listrik dari PLN.

Kalau tidak begitu, nanti malah jadi kebakaran karena aliran listrik terus mengalir ke rumah yang sedang konslet tersebut. Itulah gunanya sekring.

Siapa sangka, ilmu tentang sekring itu sekarang berguna untuk menjawab pertanyaan anak saya. Saat ia bertanya, "Mengapa orang yang berbuat dosa rezekinya diputus oleh Allah?"

Jawaban saya tinggal mengulangi penjelasan bapak, "Manusia ibarat rumah, kalau ada kesalahan pada diri kita, misalnya karena kita berbuat dosa, maka sekring akan bekerja memutus aliran rezeki dari Allah"

"Wah gak enak dong jadi mati listrik?"
anak saya bertanya lebih lanjut.

"Kalau tidak begitu, nanti malah kita jadi lupa diri, karena aliran rezeki terus mengalir kepada kita yang sedang berdosa tersebut. Itulah gunanya sekring" Alhamdulillah jawaban ini dimengerti oleh anak saya.

Sekring selalu bekerja dalam hidup kita ini. Jadi jangan main-main dengan perbuatan dosa kalau tidak mau mati listrik.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Pandai Berterimahkasih

Sejak saya bercerita tentang shalawat sebagai salah satu kunci yang membuka pintu rezeki, banyak yang bertanya kepada saya tentang hal ini.

Begitu berlimpah hadist dari Rasulullah yang menerangkan khusus mengenai keutamaan bershalawat, sehingga para ulama telah banyak membuat satu buku sendiri untuk menyampaikannya.

Tetapi sisi yang paling saya senangi adalah memandang shalawat sebagai cara kita berterimakasih (bersyukur) kepada Rasulullah, karena dengan sebab Beliau lah kita merasakan manisnya nikmat iman dan indahnya menjadi seorang muslim.

Siapa manusia yang paling berjasa atas keimanan kita kepada agama Islam? Tentu saja Rasulullah yang diutus membawa agama Islam itu sendiri.

Apakah perlu kita berterimakasih kepada Rasulullah? Pastinya begitu, karena orang yang tidak bersyukur kepada manusia, dia juga tidak disebut bersyukur kepada Allah.

Allah ingin agar kita juga pandai berterimakasih kepada manusia yang menjadi jalan atas nikmat Allah yang kita rasakan ini.

Apa yang terjadi jika kita menjadi manusia yang pandai berterimakasih? Al-Quran sudah menjanjikan siapa yang senantiasa bersyukur, akan semakin ditambah lagi nikmat Allah kepadanya.

Begitulah salah satu rahasia yang terkandung dalam shalawat. Siapa ingin sukses dalam hidupnya, harus sukses dulu menjadikan shalawat sebagai kebiasaannya.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Musahabah dengan positif

Salah satu kebiasaan yang bermanfaat adalah bertanya kepada diri sendiri mengenai ibadah-ibadah harian kita.

Pertanyaan tersebut bisa kita tulis di buku, atau di kertas yang ditempel di samping tempat tidur agar bisa jadi pengingat kita setiap malam.

Pertanyaan yang sekaligus muhasabah itu tentu harus sesuai dengan target kita. Ibadah memang perlu target, agar di waktu-waktu kedepan semakin meningkat dibanding sekarang.

Akan lebih baik lagi jika kita tidak membuat pertanyaan yang tanpa emosi, seperti; Apakah saya membaca Al-Quran hari ini ? Apakah saya shalat dhuha hari ini ? dan seterusnya.

Melainkan, sekalian saja membuat pertanyaan positif. Apalagi muhasabah ini kita lihat tiap hari, insya Allah alam bawah sadar kita termotivasi. Bagaimana contoh pertanyaan yang positif ?

Silahkan saudara mencoba untuk menjawab pertanyaan saya berikut ini :

1. Ceritakan kepada saya ketika saudara begitu bersemangat membaca Al-Quran sampai-sampai saudara tidak memperhitungkan lagi waktu sudah berjalan dua puluh menit bahkan lebih

2. Apa yang paling saudara suka dari shalat dhuha empat rakaat ?

3. Bagian kisah hebat yang mana dari kehidupan Rasulullah yang tiba-tiba mengalir dalam pikiran saudara, saat saudara membaca shalawat seratus kali hari ini ?

4. Apa yang paling menggembirakan ketika hari ini saudara sama sekali tidak memainkan handphone untuk hal yang tidak bermanfaat ?

5. Apa hal terbaik yang sudah saudara lakukan hari ini dalam memuliakan orang lain ?

6. Ceritakan pada saya tentang keberhasilan saudara hari ini menyampaikan sedekah yang betul-betul diterima oleh orang yang tepat ?

Nah sekarang tarik napas panjang. Bagaimana rasanya saat saudara berusaha menjawab pertanyaan tersebut? Lebih termotivasi? Lebih positif thinking?

Itulah dia seni bermuhasabah dengan positif. Selamat menjadi pribadi muslim yang selalu bersemangat.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Berbeda itu menguatkan

"I am most likely to visit u in December" sebuah pesan masuk ke handphone saya. Betapa senangnya saya menerima pesan dari sahabat saya tersebut.

Kunjungannya ke Indonesia ini adalah kunjungan keempat. Dia itu seorang pemuda muslim, tinggal di London, dan bermazhab Hanafi dalam fiqihnya.

Apakah saya merasa kurang nyaman dengannya karena berbeda mazhab? Jelas saja tidak! Saya sangat memuliakan saudara saya tersebut.

Saat di Yaman, salah satu guru kami seorang ulama dari Maroko dan Beliau bermazhab Maliki. Kami sangat mencintai Beliau.

Di seluruh dunia ini tidak ada seorang muslim pun yang mempermasalahkan perbedaan mazhab dalam Islam.

Ketika berkunjung kepada Kyai Abdullah Syafi'i di Jakarta, Buya Hamka didesak oleh Kyai untuk menjadi imam shalat Shubuh, padahal Buya adalah tamu saat itu.

Lalu Buya membaca qunut Shubuh dalam shalatnya, sebagai penghormatannya kepada Kyai yang bermazhab Syafi'i.

Tidakkah saudara merasakan indahnya rasa saling mencintai yang begitu kuat dari kedua ulama ini?

Saya bersyukur akhir-akhir ini umat Islam di seluruh Indonesia tidak merasa tertarik lagi membahas perbedaan. Sebab terbukti Islam menjadi kuat saat bersatu dan bersaudara.

Semangat saling menghormati ini adalah permen yang istimewa, dan justru berawal dari kasus penistaan agama sebagai bungkus permennya.

Mari menjadi bagian Ukhuwah Islamiyah yang sudah sangat sejuk ini.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Teladan sahabat wahsyi

Beliau sebelumnya bukan seorang muslim. Bahkan pada saat perang Uhud, beliaulah yang membunuh Sayyidus Syuhada Hamzah bin Abdul Mutalib

Tetapi setelah beberapa tahun berlalu, beliau menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah.

Saat itu beliau mengakui kesalahannya di Uhud. Suasana kaum muslimin pun menjadi ramai. Mereka semua saling berbeda pendapat satu sama lain tentang hukuman apa yang harus diberikan kepada Sahabat Wahsyi.

Ketika mengetahui kesalahannya membuat gaduh kota Madinah, Sahabat Wahsyi pun menyerahkan dirinya kepada Rasulullah. Beliau mengutamakan kepentingan kota Madinah daripada egoisme pribadi.

Rasulullah pun mengambil keputusan sangat bijaksana, sebab bagaimanapun Sahabat Wahsyi telah masuk Islam. Rasulullah hanya menganjurkan Sahabat Wahsyi keluar dari Madinah, agar keadaan tenang dulu dan tidak terus mengingatkan kelalaian beliau di Uhud.

Sahabat Wahsyi menerima keputusan ini. Beliau mengorbankan dirinya demi persatuan dan kesatuan negara. Inilah bukti pengorbanan sejati. Inilah bukti beliau seorang negarawan sesungguhnya.

Sahabat Wahsyi telah mengajarkan kepada kita, saat kita berbuat salah, memang penting untuk meminta maaf. Tetapi lebih penting lagi berjiwa ksatria menyerahkan diri untuk menerima konsekuensinya.

Bukan malah menyebar kebencian, memperkeruh suasana dan merasa dirinya paling benar.

Sungguh Islam bangga kepadamu wahai Sahabat Rasulullah.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Biola sang pengamen

Liburan weekend yang lalu saya sekeluarga pergi ke Bandung untuk menghadiri resepsi pernikahan keponakan.

Selalu saja ada cerita yang menarik tentang Bandung ini. Salah satunya saat mobil saya dihampiri pengamen jalanan ketika berhenti di sebuah lampu merah.

Apa yang biasa kita lakukan saat didekati pengamen? Ambil uang recehan, lalu berikan secepatnya kepada dia agar dia secepatnya juga meninggalkan kita.

Tetapi pengamen yang satu ini berbeda. Dia tidak bernyanyi, melainkan dia justru memainkan biola dengan indahnya. Jarang sekali saya melihat pengamen berbiola. Lebih jarang lagi yang bermain dengan indah.

Apa yang saya lakukan? Tentu saya tahan diri untuk kasih uang agar dia tidak cepat pergi begitu saja. Saya begitu senang menikmati gesekan demi gesekan indah biolanya.

Sampai akhirnya saya berikan juga sejumlah uang kepadanya, tapi kali ini lebih dari sekedar recehan. Saya sadar dia memainkan lagu lebih lama dari pengamen biasanya, tentu pemberian saya juga sudah sepantasnya lebih banyak dari yang biasanya.

Saudara, seperti inilah yang terjadi saat kita memanjatkan doa kepada Allah, lalu dalam waktu yang lama kita tidak juga melihat Allah mengabulkan doa kita.

Sebenarnya Allah begitu senang mendengarkan doa-doa syahdu yang kita lantunkan setiap hari. Allah tidak ingin memberikan begitu saja, sehingga setelah pemberian itu kita lantas berhenti berdoa lagi.

Sebenarnya Allah menyiapkan pemberian yang sangat besar melebihi dari apa yang kita minta. Sebab saat doa kita nantinya akan diijabah lebih lama dari biasanya, berarti Allah akan memberikan lebih banyak dari biasanya pula. Bukan sekedar recehan.

Jadi masih pantaskah kita memiliki sangkaan yang kurang baik kepada Allah?

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

By : @Arafat_channel