Monday, December 26, 2016

MANGLAYANG


Pengalaman pertama dan satu-satunya saya mendaki gunung sampai puncaknya adalah saat menjadi mahasiswa baru di Unpad. Waktu itu kelompok pecinta alam merencanakan pendakian ke puncak gunung Manglayang yang letaknya di belakang kampus kami di Jatinangor.

Keberangkatan di mulai dari kaki gunung ketika tengah malam. Kami dipandu oleh senior-senior yang sudah mengenal medan pendakian. Membawa ransel berat dipunggung dengan jalan yang mendaki bukan sesuatu yang ringan.

Belum lagi suasana hujan membuat jalanan becek dan licin. Saudara yang biasa mendaki gunung pasti tau bagaimana beratnya perjalanan. Apalagi bagi saya yang merupakan pengalaman pertama.

Apa yang kita kejar ? Tentu saja pemandangan indah yang akan terlihat dari puncak gunung. Keindahan yang tidak gratis untuk dinikmati, melainkan harus melalui beratnya pendakian.

Mendaki gunung tidak jauh berbeda dengan kehidupan ini. Apabila kita ingin menikmati kesuksesan yang indah di masa depan, harus melalui beratnya perjuangan hidup. Sebab kesuksesan bukan hal yang gratis.

Dan semua beratnya perjuangan hidup akan terbayar saat kita bisa meraih sukses, sama seperti saat saya berhasil mencapai puncak Manglayang dan melihat betapa indahnya pemandangan matahari terbit dari atas sana.

Tidak perlu menghindar dari beratnya perjuangan, seperti seorang kyai pernah memberi nasihat, hidup kita ini memang sulit dan terjal, tetapi justru untuk itulah kita hidup.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

DENGARKAN MEREKA

Jika suatu hari kita merasa kesal dengan tingkah laku anak-anak kita, jangan langsung bertanya kepada mereka apa alasan nya. Sebab dunia berbahasa mereka beda dengan dunia kita.

Cara yang cukup efektif adalah tanyakan saat mereka tidur. Iya benar pada saat tidur. Begini langkah-langkah nya.

Saat mereka tidur, dekati wajahnya, tataplah dengan penuh kasih sayang, lalu tanya dalam hati kenapa mereka begitu mengesalkan kita tadi siang.

Ajaibnya, hati kita akan menjawab sendiri pertanyaan tersebut mewakili suara si kecil yang tidak bisa menjawab, karena sedang tidur.

Saya juga mencobanya, saat siang tadi si kecil bertengkar dengan adiknya karena rebutan mainan. Saya marahi dan saya bentak mereka berdua.

Malamnya begitu sudah pada tidur, saya dekati, dan dalam hati saya tanya dia. Jawaban dia pun langsung mengalir pula di dalam hati saya,

"Abi kenapa membentak aku ? aku kan masih bisa mendengar suara yang pelan, telingaku masih baik, aku tadi ingin main bersama abi, bukan sama dede.

Tapi abi malah asik sendiri dengan smartphone. Aku menangis agar abi tau keinginanku, tapi abi malah membentak aku. Aku heran kenapa abi harus berteriak saat bicara padaku, tapi abi malah tambah memarahiku.

Aku kan hanya seorang anak kecil. Aku memang butuh mainan. Tapi aku juga butuh abi. Cuma itu"

Nah terbukti kan, bicara pada saat mereka tidur cukup efektif mendengar curhatan mereka.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

BEING UNIQUE IS BETTER


Jika kita seorang pengusaha, maka usahakanlah produk kita itu berbeda dari produk lain pada umumnya, sehingga konsumen ingat dengan kita.

Jika kita seorang karyawan, maka usahakanlah pekerjaan kita itu berbeda dari pekerjaan rekan-rekan kantor yang lain pada umumnya, sehingga atasan ingat dengan kita.

Prinsip kesuksesan yang sederhana ini diajarkan oleh Rasulullah dalam hadist riwayat Imam Ahmad :

 ...وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاس نِيَام، تَدْخُلُوا الْجَنَّة بِسَلاَم

"...usahakanlah kalian shalat malam, berbeda dari orang lain yang tidur pada umumnya, niscaya kalian sukses masuk ke dalam surga"

Dalam hal ikhtiar, maupun dalam hal tawakal, keduanya kita lakukan dengan berbeda dari yang lain, sehingga Allah ingat dengan kita.

Saat orang lain memperlakukan handphone sebagai gadget yang tidak pernah lepas kemana-mana, maka kita justru berbeda karena masih setia dengan Al-Quran sebagai gadget kita.

Saat orang lain memodel karakter orang-orang kaya dan sukses, maka kita justru berbeda karena masih setia memodel Rasulullah sebagai teladan kita dunia akhirat.

Begitulah prinsip menjadi berbeda. Be muslim, be unique!

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

SELEMBAR CEK

Salah satu rekanan ibu saya selalu menggunakan cek untuk pembayaran atas barang yang mereka beli. Biasanya saya yang bertugas membantu ibu mengambil cek tersebut ke kantor mereka. Karena itu saya faham sekali cara memperlakukan selembar cek.

Dalam dunia perbankan, selembar cek tidak akan diterima oleh bank jika ada kesalahan penulisan sedikit saja. Cek harus mulus 100 persen. Jika tidak 100, maka sama dengan nol.

Umumnya sebuah kekurangan itu dimaafkan jika hanya sedikit. Jika 90 benar, maka yang sedikit 10 itu dimaafkan. Tapi hal ini tidak berlaku untuk selembar cek.

Mirip seperti shalat atau puasa. Jika Ashar kita hanya 3 rakaat, harusnya sudah 75 persen benar kan ? Tapi tetap saja Allah tidak menerima shalat kita. Begitu pula jika kita sengaja berbuka puasa sepuluh menit sebelum maghrib, artinya puasa kita sudah 99 persen kan ? Tetap saja di sisi Allah dianggap nol.

Masalah iman pun memiliki prinsip seperti ini. Seorang muslim wajib 100 persen beriman kepada hukum-hukum Al-Quran. Jika 99 hukum Al-Quran itu diyakini, hanya 1 yang ditolak, tetap saja Allah tidak menerima keseluruhan keimanannya. Na'uzubillah.

Banyak orang yang menerima seluruh hukum Al-Quran kecuali satu, dia tidak terima hukum yang mengharamkan zina. Wah jangan sampai terjadi begini, karena nila setitik rusak iman sebelanga. Na'uzubillah.

Lebih banyak lagi orang yang meyakini seluruh aturan Al-Quran kecuali satu, yaitu dia tidak mengimani aturan mengenai memilih pemimpin muslim. Ini juga jangan sampai terjadi. Karena bank tidak menerima cek yang ada kekurangan walaupun sedikit. Na'uzubillah.

Ingatlah Allah hanya menerima iman yang 100 persen. Jika satu saja hukum Allah tidak diimani, maka semuanya akan ditolak.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

YOU ARE WHAT YOU SAY

"Maaf mas, saya boleh pinjam duit?" seorang tetangga dengan hati-hati menyampaikan maksudnya kepada saya

"Emang ada keperluan apa pak? Tumben pinjam duit segala" saya sedikit heran, tidak biasanya beliau meminjam

"Isteri saya sedang sakit mas"
"Sakit apa pak?"
"Biasalah mas, sakitnya orang miskin, badan panas, lemas, gak mau makan"

Begitulah akhir obrolan kami sebelum saya akhirnya meminjamkan duit kepada beliau. Bukan karena pinjamnya itu yang mau saya ceritakan, tapi apa yang dia bilang itu 'sakitnya orang miskin' inilah yang harus menjadi hikmah buat kita.

Ada pula seorang pedagang curhat kepada saya "Ustad, apa benar ada orang yang bawa sial?"

"Maksudnya bagaimana pak?"
"Saya ini merasa setelah saya menikah, kok dagangan saya menurun. Saya menduga istri saya ini bawa sial buat saya. Apa mungkin begitu?"

Ini kasusnya mirip juga. Ucapan bahwa istrinya bawa sial juga menjadi hikmah yang sama buat kita. Apa hikmahnya? Yaitu menjaga setiap kata yang kita ucapkan.

Kata menunjukkan harapan. Maka berharap yang baik harus dimulai dari berkata-kata yang baik, yang positif.

Kata mewakili hati dan keyakinan. Maka keyakinan yang optimis harus dimulai dari berkata-kata yang optimis, yang khusnuzon.

Kata melukiskan prasangka kita kepada Allah. Apabila kata yang kita ucapkan selalu baik, maka begitu pula Allah akan selalu memberikan yang baik pula. Bukankah Allah tergantung prasangka hambaNya?

Maka mari kita mulai disiplin kata. Siapa yang mau rezekinya diperbaiki oleh Allah, maka perbaikilah kata-kata yang diucapkan.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

PROPHET SULAIMAN WAY

Para pedagang seperti kita perlu menerapkan ilmu yang diaplikasikan Nabi Sulaiman ini. Bahkan saking legendarisnya kisah ini, sampai diabadikan dalam Al-Quran.

Kisahnya bermula ketika Nabi Sulaiman hendak menaklukkan Ratu Balqis, beliau melakukan tiga langkah besar.

Pertama, mengamati. Beliau perintahkan utusannya datang ke negeri Saba, membawa surat, dan sekaligus mengamati langsung keadaan disana. (An-Naml : 28)

Kedua, meniru. Saat Ratu Balqis memutuskan untuk berangkat menemui Nabi Sulaiman, beliau langsung berpikir untuk membuat sebuah istana tiruan Ratu Balqis. Bahkan, agar istana tiruan tersebut benar-benar mirip, maka beliau malah memindahkan istana asli dari negeri Saba ke negeri beliau. (An-Naml : 40)

Ketiga, memodifikasi. Begitu istana tersebut berpindah tempat, Nabi Sulaiman memodifikasi seluruh lantai marmer istana itu diganti dengan lantai kaca yang sangat bening yang dibawahnya terdapat kolam ikan yang sangat indah. (An-Naml : 41)

Subhanallah. Apa yang terjadi ? Ratu Balqis pun tunduk menyatakan keislamannya kepada Nabi Sulaiman. Dahsyat sekali tiga langkah yang diambil Nabi Sulaiman ini untuk memenangkan kompetisi.

Bahkan sampai sekarang ketiga teknik ini masih digunakan sebagai acuan sebagian pengusaha untuk memenangkan kompetisi bisnis mereka, teknik yang sering disingkat menjadi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

Tidak ada salahnya kita mencoba teknik ATM ini kan ? Selain meneladani Nabi Sulaiman, juga menambah keimanan kita kepada Al-Quran.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !

Kecerdasan

Saat menyampaikan pendapat kita kepada orang lain, terkadang diperlukan kecerdasan komunikasi agar orang lain bisa menerima saran kita.

Seperti suami ini yang berusaha membujuk istrinya di sebuah toko elektronik,

"Pa, kita beli tv yang ini aja keluaran terbaru, touch screen loh, layarnya bisa disentuh kaya handphone"
"Kita jadi balik lagi ke jaman dulu dong Ma"

"Maksudnya gimana Pa"
"Jaman dulu kan tombolnya harus dipencet langsung di tv nya, terus keluar tv yang lebih canggih kita cukup duduk di sofa, yang dipencet remote nya aja. Masa sekarang Mama mau pencet-pencet tv lagi?" :)

Jawaban cerdas suami tersebut sukses membuat istrinya mengurungkan niat untuk membeli tv yang mahal.

Begitupula untuk memberi masukan kepada orang lain, terkadang diperlukan memilih kalimat yang tidak biasa, seperti pengunjung yang sedang di sapa oleh manajer restoran ini,

"Bagaimana pak kesan-kesan bapak setelah menikmati makanan di restoran kami?"
"Luar biasa, saya salut mas dengan dapur restoran ini bersih sekali"

"Terimakasih pak, tapi kok bapak tau dapur kami bersih, kan bapak tidak kemana-mana sejak tadi?"
"Sebab makanan yang saya nikmati rasa sabun semua mas" :)

Begitulah cerita tentang komunikasi yang cukup cerdas agar orang lain menerima pendapat kita.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
@arafat.channel