Sunday, November 27, 2016

Musahabah dengan positif

Salah satu kebiasaan yang bermanfaat adalah bertanya kepada diri sendiri mengenai ibadah-ibadah harian kita.

Pertanyaan tersebut bisa kita tulis di buku, atau di kertas yang ditempel di samping tempat tidur agar bisa jadi pengingat kita setiap malam.

Pertanyaan yang sekaligus muhasabah itu tentu harus sesuai dengan target kita. Ibadah memang perlu target, agar di waktu-waktu kedepan semakin meningkat dibanding sekarang.

Akan lebih baik lagi jika kita tidak membuat pertanyaan yang tanpa emosi, seperti; Apakah saya membaca Al-Quran hari ini ? Apakah saya shalat dhuha hari ini ? dan seterusnya.

Melainkan, sekalian saja membuat pertanyaan positif. Apalagi muhasabah ini kita lihat tiap hari, insya Allah alam bawah sadar kita termotivasi. Bagaimana contoh pertanyaan yang positif ?

Silahkan saudara mencoba untuk menjawab pertanyaan saya berikut ini :

1. Ceritakan kepada saya ketika saudara begitu bersemangat membaca Al-Quran sampai-sampai saudara tidak memperhitungkan lagi waktu sudah berjalan dua puluh menit bahkan lebih

2. Apa yang paling saudara suka dari shalat dhuha empat rakaat ?

3. Bagian kisah hebat yang mana dari kehidupan Rasulullah yang tiba-tiba mengalir dalam pikiran saudara, saat saudara membaca shalawat seratus kali hari ini ?

4. Apa yang paling menggembirakan ketika hari ini saudara sama sekali tidak memainkan handphone untuk hal yang tidak bermanfaat ?

5. Apa hal terbaik yang sudah saudara lakukan hari ini dalam memuliakan orang lain ?

6. Ceritakan pada saya tentang keberhasilan saudara hari ini menyampaikan sedekah yang betul-betul diterima oleh orang yang tepat ?

Nah sekarang tarik napas panjang. Bagaimana rasanya saat saudara berusaha menjawab pertanyaan tersebut? Lebih termotivasi? Lebih positif thinking?

Itulah dia seni bermuhasabah dengan positif. Selamat menjadi pribadi muslim yang selalu bersemangat.

Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!