Pengalaman pertama dan satu-satunya saya mendaki gunung sampai puncaknya adalah saat menjadi mahasiswa baru di Unpad. Waktu itu kelompok pecinta alam merencanakan pendakian ke puncak gunung Manglayang yang letaknya di belakang kampus kami di Jatinangor.
Keberangkatan di mulai dari kaki gunung ketika tengah malam. Kami dipandu oleh senior-senior yang sudah mengenal medan pendakian. Membawa ransel berat dipunggung dengan jalan yang mendaki bukan sesuatu yang ringan.
Belum lagi suasana hujan membuat jalanan becek dan licin. Saudara yang biasa mendaki gunung pasti tau bagaimana beratnya perjalanan. Apalagi bagi saya yang merupakan pengalaman pertama.
Apa yang kita kejar ? Tentu saja pemandangan indah yang akan terlihat dari puncak gunung. Keindahan yang tidak gratis untuk dinikmati, melainkan harus melalui beratnya pendakian.
Mendaki gunung tidak jauh berbeda dengan kehidupan ini. Apabila kita ingin menikmati kesuksesan yang indah di masa depan, harus melalui beratnya perjuangan hidup. Sebab kesuksesan bukan hal yang gratis.
Dan semua beratnya perjuangan hidup akan terbayar saat kita bisa meraih sukses, sama seperti saat saya berhasil mencapai puncak Manglayang dan melihat betapa indahnya pemandangan matahari terbit dari atas sana.
Tidak perlu menghindar dari beratnya perjuangan, seperti seorang kyai pernah memberi nasihat, hidup kita ini memang sulit dan terjal, tetapi justru untuk itulah kita hidup.
Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita !